Select Page
Dipublish pada 06 Februari 2019 | Kategori: Berita Terbaru


Konsentrasi produk Mazda tak hanya fokus pada sedan dan hatchback. Perkembangan lini SUV mereka terus disiapkan dan bakal bertambah. Posisi kosong masih banyak tersisa. Yang menjadi perhatian, kabar soal kehadiran Mazda CX-4 sebagai penegas lineup CX. Mazda secara resmi mengumumkan perkenalan perdana sebuah SUV di Geneva Motor Show 2019 Maret mendatang. Melalui siaran pers resmi, teaser siluet bokong sebuah SUV ditampilkan. Sepertinya benar CX-4.

Untuk memperjelas dulu, sebenarnya CX-4 bukanlah barang baru. Sebagian besar pasar otomotif memang tidak mengenal seri SUV Mazda ini. Sebab khusus dijual di pasar Cina, dan itu sudah berlangsung sejak 2016. Tepatnya, dikenalkan pertama kali pada April di Beijing Motor Show 2016. Dijual dan diproduksi di sana, dalam kerjasama dengan FAW Mazda.

CX-4 versi produksi Koeru Concept, muncul di Frankfurt Motor Show 2015. Sejauh ini, Koeru menjadi konsep SUV terakhir Mazda, yang belum ada penerus maupun model lain. Besar kemungkinan bukan SUV yang seutuhnya baru. Melainkan generasi teranyar CX-4 di Cina yang kini masuk pasar global.

Lebih tepatnya, CX-4 masuk dalam kelas compact crossover SUV. Diposisikan antara CX-3 dan CX-5. Ukurannya mendekati CX-5, wajar karena berbagi platform. Namun memiliki profil bodi ramping mirip CX-3. Bisa juga dianggap CX-3 yang dimelarkan, karena desainnya terbilang banyak kesamaan.

Sangat mungkin CX-4 generasi baru disiapkan untuk merangsek ke pasar crossover dunia. Desain lampu belakang anyar yang mirip kepunyaan MX-5 Miata, sedikit menggambarkannya. Mereka menegaskan dalam siaran pers, tetap mengandalkan bahasa desain Kodo yang semakin matang. Merujuk pada desain crossover seperti halnya CX-3, agaknya banyak elemen coupe masuk dalam model baru ini. Terlihat dari aliran atap yang menurun ke belakang, serta trek roda lebar dan ground clearance tidak terlalu tinggi.

Lalu Mazda menyebut soal generasi terbaru Skyactiv-Vehicle Architecture, yang diklaim semakin ringan dan menawarkan keseimbangan semakin baik. Jika benar, maka basisnya sama seperti digunakan Mazda3 generasi terakhir. Begitu pula dengan jajaran mesin Skyactiv terkini. Termasuk di dalamnya, pilihan mesin revolusioner Skyactiv-X yang digunakan pertama kali oleh Mazda3.

Teknologi Skyactiv-X ini sangat unik dan berbeda dibanding mesin naturally aspirated pada umumnya. Metode pembakaran mesin bensin dikombinasi dengan teknik pemampatan mesin diesel. Sehingga didapat rasio kompresi supertinggi, 16:1. Naik dari sebelumnya 14:1 di mesin Skyactiv biasa. Menjanjikan kehalusan mesin bensin dengan efisiensi bahan bakar seirit diesel.